PENGARUH JENIS PELARUT DAN METODE EKSTRAKSI PADA EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI KULIT JERUK LEMON LOKAL (CITRUS LIMON (L.) BURM.F.) SEBAGAI SEDIAAN PEWANGI ALAMI PADA SABUN CAIR Effect of Solvent Type and Extraction Method on Extraction of Local Lemon Peel Essential Oil (Citrus limon (L.) Burm.f.) as a Natural Fragrance Preparation in Liquid Soap

Isi Artikel Utama

Novita Mulyani Novita
Murhadi
Dewi Sartika
Tanto Pratondo Utomo
Sri Hidayati

Abstrak

Buah jeruk lemon lokal (Citrus limon (L.) Burm.f.) sangat banyak ditemui dan jumlahnya berlimpah  di Provinsi Lampung, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan kulit jeruk lemon lokal untuk diekstrak minyak atsirinya dijadikan produk turunan dimanfaatkan sebagai pewangi alami pada pembuatan sabun cair. Penelitian ini menggunakan 2 tahap penelitian, tahap pertama yaitu penelitian ini dilakukan untuk mencari jenis pelarut dan metode ekstraksi terbaik dalam proses ekstraksi minyak atsiri kulit lemon lokal sebagai sediaan pewangi alami pada sabun cair. Percobaan ini menggunakan dua faktor dalam Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan tiga kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis ragam dan dianalisis lebih lanjut dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Setelah data homogen, data dianalisis dengan sidik ragam untuk mendapatkan ragam penduga galat dan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh interaksi antar perlakuan. Tahap kedua yaitu mengambil perlakuan terbaik pada tahap satu sebagai perlakuan tunggal konsentrasi sediaan ekstraksi dan minyak atsiri yang akan di aplikasikan pada sabun cair. Penambahan ekstrak dan minyak atsiri kulit jeruk lemon lokal pada tahap dua yaitu sebesar 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, dan 7% dengan tiga kali ulangan. Kesimpulan dari penelitian ini jenis pelarut yang tepat berdasarkan hasil penelitian ini adalah etanol dengan hasil rendemen tertinggi pada B1C2 sebesar 20% dan terendah pada perlakuan B2C1 sebesar 2% menggunakan pelarut heksana. Jenis pelarut berpengaruh terhadap tinggi rendahnya hasil rendemen ekstrak dan minyak atsiri yang dihasilkan pada penelitian ini. Jenis metode ekstraksi yang tepat untuk mengetahui kandungan kimia bahan kulit jeruk lemon lokal adalah metode maserasi, sedangkan untuk diaplikasikan pada sabun cair berdasarkan hasil penelitian ini yang terbaik adalah metode destilasi. Jenis metode ekstraksi berpengaruh, terhadap hasil rendemen ekstrak dan minyak atsiri yang dihasilkan. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan jenis pelarut berpengaruh sangat nyata (F-hitung > F-tabel pada taraf 1% dan 5%) terhadap rendemen ekstrak minyak atsiri kulit jeruk lemon lokal, interaksi perbedaan jenis pelarut dan jenis metode ekstraksi tidak berpengaruh nyata. Berdasarkan tabel uji BNJ, perlakuan B1C1,B1C2,B1C3, B2C1, B2C2, dan B2C3 tidak berbeda nyata pada perlakuan metode maserasi dan konsentrasi terbaik penambahan ekstrak dan minyak atsiri kulit jeruk lemon lokal terhadap karakteristik sabun cair yaitu perlakuan N4 sebesar 5% penambahan hasil destilat. Dengan hasil uji yang diperoleh pH 8.433 (Standar SNI), warna 4.08(suka), aroma 4.12 (suka), keketalan 3.92 (suka), dan  penerimaan keseluruhan 4.12 (suka).


Kata kunci: ekstrak minyak atsiri, jeruk lemon lokal, sabun cair


 

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Bagian
Articles