PENENTUAN POLA RESPIRASI BUAH RAMPAI MENGGUNAKAN LARUTAN Ca(OH)2 DAN NaOH Determining The Respiration Pattern of Potpuccino Using Ca(OH)2 and NaOH Solution

Isi Artikel Utama

Novita Mulyani Novita
Radya Yogautami

Abstrak

Buah rampai memiliki sifat bahan mudah rusak atau perishable. Respirasi merupakan salah satu indikator kemunduran produk dan indikator krusial dalam pengembangan teknologi penyimpanan. Tujuan dari penelitian penentuan ini adalah untuk mengukur laju respirasi buah rampai dan menentukan pola respirasi buah rampai. Pengamatan laju respirasi buah pada suhu ruang diukur berdasarkan jumlah gas CO2 yang diproduksi setiap hari selama lima hari, dengan titrimetri. Cara  pengukurannya adalah sebagai berikut: udara sebelum melewati contoh buah, terlebih dahulu dilewatkan dalam larutan Ca(OH)2 pada Erlenmeyer A untuk mengikat CO2 sisa yang mungkin masih ada, udara yang keluar dari Erlenmeyer A tersebut dimasukkan ke dalam container berisi buah rampai. Selanjutnya udara yang keluar dari container berisi rampai ditampung dalam Erlenmeyer B yang berisi 50 ml NaOH 0,05 N yang berfungsi untuk mengikat CO2 yang di produksi oleh buah sebagai hasil respirasi.  (Untuk mengikat CO2 yang mungkin belum terikat setelah melewati Erlenmeyer B, dapat  digunakan lagi satu buah erlenmeyer C yang juga berisi larutan NaOH 0, 05 N. Tahap ini optional atau boleh dihilangkan apabila kita yakin bahwa C02


 


 


sudah terikat semua dengan NaOH dalam Erlemenyer B). Buah rampai dilakukan proses pengamatan ( ditandai dengan perubahan warna menjadi kuning). Hasil penelitian penambahan larutan HCL pada konsentrasi NaOH 0.05 N menunjukan hasil 10.2 mL, 25.4 mL, 45 mL, 46.9 mL, dan 48.5 mL dan penambahan larutan HCL pada konsentrasi NaOH 0.01 N menunjukan hasil 18.5 mL, 8.1 mL, 2 mL, 2 mL, dan 1 mL. Dari hasil penentuan pola respirasi buah rampai pada NaOH 0.05 N menunjukan hasil grafik yang menuurn sedangkan pada konsesntrasi NaOH 0.01 N menunjukan hasil grafik naik. Pada konsentrasi NaOH 0.05 N semakin lama waktu respirasi semakin banyak membutuhkan larutan HCL pada proses titrasi, sedangkan pada konsentrasi NaOH 0.01 N semakin sedikit


 


Kata kunci: buah rampai, respirasi

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Bagian
Articles