FISIOLOGI DAN PENANGANAN PASCA PANEN IKAN PATIN Physiology and Post Harvest Handling of Patin Fish

Isi Artikel Utama

Novita Mulyani Novita
Radya Yogautami

Abstrak

Ikan patin adalah salah satu jenis ikan air tawar yang menjadi salah satu komoditas unggulan di bidang perikanan Penelitian ini diawali dengan menyiapkan 2 kg ikan patin dipilih yang dalam kondisi baik dengan ukuran yang sama, ikan patin diperoleh dari Pasar Kedondong, Kabupaten Pesawaran. Kemudian ikan patin dibagi menjadi 2 Perlakuan. Perlakuan pertama yaitu ikan patin disimpan menggunakan plastik dan tidak menggunakan plastik, perlakuan kedua ikan patin disimpan pada suhu ruang dan suhu dingin (5-10OC). Selanjutnya diamati hingga ditemukan tanda kerusakan (Warna, bau/aroma, tekstur, dan ciri kerusakan yang lainnya). Hasil penelitian penyimpanan ikan patin pada suhu dingin terbukti lebih lama jika dibandingkan dengan penyimpanan suhu ruang, hal ini ditunjukan pada hasil analisis yaitu ikan patin dengan penyimpanan suhu ruang baik yang menggunakan plastic maupun tidak menggunakan plastic mulai membusuk pada hari kedua dan benar-benar busuk di hari ketiga Ikan patin yang disimpan pada suhu dingin memiliki masa simpan yang lebih lama dibuktikan dengan pengamatan pada hari ke-10, dan mulai mengalami kemunduran mutu pada hari ke sebelas dan benar-benar busuk pada hari ke 13. Selain itu jika dibandingkan dengan metode penyimpanan menggunakan plastik dan tidak menggunakan plastik didapati hasil bahwa penyimpanan dengan plastik dapat memperpanjang umur simpan ikan patin pada suhu dingin sampai hari ke 13.


 


Kata kunci: ikan patin, pengemasan, penyimpanan, plastik

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Bagian
Articles