Pengelolaan Usahatani Alpukat Sistem Monokultur dan Agroforestri di Desa Girimulyo Kabupaten Lampung Timur
Main Article Content
Abstract
Girimulyo Village is located in a protected forest area used by the community for avocado farming through agroforestry and monoculture systems, requiring land management aligned with conservation and sustainability principles. This study aims to analyze the management of avocado farming using agroforestry and monoculture systems in protected forest areas. The study was conducted in September-October 2025 in Girimulyo Village, East Lampung Regency. Data analysis used descriptive methods with data collection through observation, interviews, and documentation of avocado farmers. The results showed that avocado farming management in both systems was similar at the nursery and planting stages, including the use of selected avocado seedlings and the arrangement of planting distances and times according to land conditions, but differed in land preparation, maintenance, and harvesting. Management using the agroforestry system tends to preserve natural vegetation, apply adaptive maintenance, and harvest in stages, while the monoculture system applies total land clearing, uniform maintenance, and simultaneous harvesting. The avocado agroforestry system is more sustainable than monoculture in protected forest areas because it maintains vegetation, ecological functions, and environmental balance.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Copyright Notice
- Penulis paper dalam JOSDER memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan dibawah lisensi Creative Commons Attribution Non Commercial 4.0 Licence yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas penulis dan publikasi awal karya dalam jurnal ini
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan pada karya tersebut (misalnya mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku) dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan untuk memposting karyanya secara online (misalnya di repository institusional) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (See The Effect of Open Access).
- Paper yang ada dalam Journal of Sustainable Development Research (JOSDER) dapat diakses oleh siapapun untuk menambah pengetahuan yang terkait dengan ruang lingkup jurnal. Paper tersebut juga dapat diunduh secara gratis tanpa dipungut biaya.