Peran Kemitraan Konservasi Taman Hutan Raya Masyarakat Wan Abdul Rachman dalam Tujuan Pembangunan Desa Berkelanjutan (SDGs Desa)

Main Article Content

Birgita Setiawan
hari kaskoyo kaskoyo
Christine Wulandari
Samsul Bakri

Abstract

Tahura Wan Abdul Rachman merupakan salah satu hutan konservasi yang menerapkan kerja sama antara pimpinan unit pengelolaan kawasan atau pemegang izin usaha di kawasan konservasi dengan mitra/masyarakat setempat. Sumber Daya Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) merupakan sumber daya yang bernilai bagi masyarakat sekitar hutan yang dalam jangka panjang lebih berharga daripada kayu. Tidak hanya secara ekonomi tetapi juga fungsi ekologis yaitu irigasi. Metode yang digunakan adalah dengan wawancara dan beberapa jurnal sejenis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh kemitraan konservasi terhadap implementasi SDGs Desa di beberapa KTH Kemitraan Konservasi Tahura WAR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kemitraan konservasi dengan Tahura WAR yang dilakukan oleh beberapa KTH di Desa memberikan pengaruh yang baik dalam mendukung terwujudnya program SSDGs Desa seperti tersedianya sumber air mandi dan sumber air minum yang cukup. Masyarakat anggota kemitraan sudah memiliki tempat tinggal dengan kepemilikan pribadi dengan berbagai jenis lantai baik yang masih tanah, semen dan ada pula yang sudah keramik. Ada juga dukungan kesehatan masyarakat seperti puskesmas, posyandu, dan apotek.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles
Author Biography

hari kaskoyo kaskoyo, university of lampung

Magister of Environmental Studies